Community Program
Nama : Evelin
NIM : 1801377710
Binus Alam Sutera
Marketing Communication
Post 3 Biopori
Setelah selesai membuat 20 lubang resapan atau yang kita
kenal Biopori, kami mengkontrol dan meneliti perkembangannya setiap minggunya, memang
tidak ada perbedaan yang begitu mencolok. Setiap minggunya kami menambahkan
tanaman- tanaman organik seperti instruksi yang kami terima.
Semua kami lakukan dengan baik. Setiap minggu selalu kami
tambahkan, dan setiap minggu sebelum ditambahkan sampah organik di dalam lubang
tersebut menyusut entah akibat pelapukan ataupun pengeringan dan terkena sinar
matahari. Biopori perlu dirawat agar manfaatnya dapat terus
dirasakan.

Merawat biopori ini sangat mudah, cukup dengan
menambahkan sampah organik ke dalam lubang. Penambahan sampah organik ke dalam
biopori perlu dilakukan supaya bahan tanah yang terangkut air tidak sampai
masuk lubang karena akan tersaring oleh sampah organik. Bila sampah organik
yang dihasilkan setiap hari segera dimasukkan ke dalam lubang, berarti tidak
perlu ada kumpulan sampah menumpuk di dapur atau pekarangan rumah. Dengan
demikian, dapat dihindari terjadinya pencemaran oleh bau busuk serta
bersaranganya lalat dan kecoa pada tumpukan sampah.
Menjaga agar biopori tetap berfungsi dilakukan upaya
pemanfaatan, bukan pemeliharaan. Agar tetap berfungsi dengan baik, biopori
perlu dimanfaatkan untuk menyimpan sampah organik yang dihasilkan setiap hari
dengan menambahkan sampah organik ke dalamnya. Bila mulut biopori tertutup oleh
tanah terlalu tebal, segera keluarkan tanah tersebut dengan bor karena dapat
mengambat masuknya air hujan dalam biopori. Jadi, tanah yang menutupi lubang
harus dibuang secara berkala.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar