Jumat, 24 April 2015

TFI Biopori Evelin Post 3

Community Program



Nama : Evelin

NIM : 1801377710
Binus Alam Sutera
Marketing Communication
Post 3 Biopori 



     Setelah selesai membuat 20 lubang resapan atau yang kita kenal Biopori, kami mengkontrol dan meneliti perkembangannya setiap minggunya, memang tidak ada perbedaan yang begitu mencolok. Setiap minggunya kami menambahkan tanaman- tanaman organik seperti instruksi yang kami terima.



     Semua kami lakukan dengan baik. Setiap minggu selalu kami tambahkan, dan setiap minggu sebelum ditambahkan sampah organik di dalam lubang tersebut menyusut entah akibat pelapukan ataupun pengeringan dan terkena sinar matahari. Biopori perlu dirawat agar manfaatnya dapat terus dirasakan. 



     Merawat biopori ini sangat mudah, cukup dengan menambahkan sampah organik ke dalam lubang. Penambahan sampah organik ke dalam biopori perlu dilakukan supaya bahan tanah yang terangkut air tidak sampai masuk lubang karena akan tersaring oleh sampah organik. Bila sampah organik yang dihasilkan setiap hari segera dimasukkan ke dalam lubang, berarti tidak perlu ada kumpulan sampah menumpuk di dapur atau pekarangan rumah. Dengan demikian, dapat dihindari terjadinya pencemaran oleh bau busuk serta bersaranganya lalat dan kecoa pada tumpukan sampah.





     Menjaga agar biopori tetap berfungsi dilakukan upaya pemanfaatan, bukan pemeliharaan. Agar tetap berfungsi dengan baik, biopori perlu dimanfaatkan untuk menyimpan sampah organik yang dihasilkan setiap hari dengan menambahkan sampah organik ke dalamnya. Bila mulut biopori tertutup oleh tanah terlalu tebal, segera keluarkan tanah tersebut dengan bor karena dapat mengambat masuknya air hujan dalam biopori. Jadi, tanah yang menutupi lubang harus dibuang secara berkala.










 Sekian post 3 mengenai Biopori saya. Terima kasih.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar