Minggu, 19 April 2015

TFI Biopori Evelin Post 2

Community Program


Nama : Evelin
NIM : 1801377710
Binus Alam Sutera
Marketing Communication
Post 2 Biopori
  
      Setelah dibahas mengenai pengertian biopori, pada post ini saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai manfaat biopori.
      Maksud dibuatnya lubang biopori adalah untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan dapat meresap kembali ke dalam tanah. Selain itu dengan adanya biopori maka tanah mampu memperbesar daya tampungnya terhadap air hujan yang masuk ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan tanah, dan pada akhirnya mengurangi volume limpahan dan aliran air hujan ke saluran atau sungai.

      Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara : 



  • Meningkatkan daya resapan air
      Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom atau dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78,5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2
     Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu, bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.


  • .Mengubah sampah organik menjadi  kompos
       Lubang resapan biopori ‘diaktifkan’ dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.

     Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman atau sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.



  • Memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman
       Seperti disebutkan di atas, Lubang Resapan Biopori (LRB) diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untu pemeliharaannya. 
     Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfer sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

      

      Tujuan umum dibuatnya biopori adalah :
  • Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
  • Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar.
  • Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
  • Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
  • Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  • Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
  • Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor. 
      Kami sudah cukup terbiasa membuat biopori ini. Memang dibutuhkan tenaga yang besar pada saat proses pembuatan lobang yang menggunakan bor manual tersebut.
Orang- orang di RW sana sangat baik. Kami tidak menggunakan biaya sedikitpun untuk membuat biopori atau lubang resapan ini. Alat- alat telah disediakan, baik semen, bor manual, pipa, maupunj lingis dan palu.

      Tidak hanya itu saja. Kami juga di siapkan hidangan untuk melegakan rasa haus kami. Kami diberi semangka, sirup, minuman soda, dan air putih. Pada jam makan siangpun, Ibu RT menghidangkan 1 panci besar Soto dan nasi putih. kami dipersilakan untuk menikmatinya setelah kami membuat biopori tersebut.
      Pada minggu berikutnya kami mulai mengkontrol dan menambahi isi dari biopori tersebut dengan tanaman- tanaman organik yang telah kami sediakan.

















Sekian Post 2 mengenai biopori saya. Terima kasih.

1 komentar:

  1. ditunggu 1 lagi ceritanya, jangan lupa cantumkan jumlah lubang yang sudah kalian buat.

    BalasHapus